Explore the latest books of this year!
Bookbot

Burmese Days - Hidup-mati di Burma

Save

Book rating

Parameters

  • 408 pages
  • 15 hours of reading

More about the book

George Orwell (25 Juni 1903 – 21 Januari 1950) adalah salah satu penulis paling berpengaruh dan provokatif abad ke-20. Meskipun jumlah bukunya relatif sedikit, karya-karyanya memicu kritik sastra dan politik yang mendalam. Seorang sosialis yang tidak terikat pada ideologi tertentu, ia terkenal dengan novel-novelnya yang menggambarkan bahaya negara totaliter, seperti “1984” dan “Peternakan.” Karya-karya ini, ditulis setelah Perang Dunia Kedua, mencerminkan ketakutan akan kontrol negara yang semakin meningkat. Orwell berfokus pada kebenaran, berusaha mengekspos kemunafikan dan ketidakadilan dalam masyarakat. Novel pertamanya, terinspirasi oleh pengalamannya sebagai petugas polisi di Burma pada masa kolonial Inggris, menggambarkan ketidakadilan rasial. Dalam cerita ini, Flory, seorang pedagang kulit putih paruh baya, berteman dengan Dr. Veraswami, seorang dokter berdarah India yang terancam oleh U Po Kyin, kepala distrik yang korup. Satu-satunya cara untuk menyelamatkan dokter tersebut adalah dengan bergabung ke dalam Klub orang kulit putih, dan Flory berusaha membantunya mencapai tujuan itu. Jenis Cover: Soft Cover.

Book purchase

Burmese Days - Hidup-mati di Burma, George Orwell, Ariyantri E. Tarman

Language
Released
2022
Binding
(Paperback),
Book condition
Good
Price
€6.49

Payment methods

3.9
Very Good
99+ Ratings

We’re missing your review here.

Title
Burmese Days - Hidup-mati di Burma
Language
Indonesian
Released
2022
Format
Paperback
Pages
408
ISBN10
6020659801
ISBN13
9786020659800
Series
Categories
First published
1934
Original title
Burmese Days
Rating
3.9 out of 5
Description
George Orwell (25 Juni 1903 – 21 Januari 1950) adalah salah satu penulis paling berpengaruh dan provokatif abad ke-20. Meskipun jumlah bukunya relatif sedikit, karya-karyanya memicu kritik sastra dan politik yang mendalam. Seorang sosialis yang tidak terikat pada ideologi tertentu, ia terkenal dengan novel-novelnya yang menggambarkan bahaya negara totaliter, seperti “1984” dan “Peternakan.” Karya-karya ini, ditulis setelah Perang Dunia Kedua, mencerminkan ketakutan akan kontrol negara yang semakin meningkat. Orwell berfokus pada kebenaran, berusaha mengekspos kemunafikan dan ketidakadilan dalam masyarakat. Novel pertamanya, terinspirasi oleh pengalamannya sebagai petugas polisi di Burma pada masa kolonial Inggris, menggambarkan ketidakadilan rasial. Dalam cerita ini, Flory, seorang pedagang kulit putih paruh baya, berteman dengan Dr. Veraswami, seorang dokter berdarah India yang terancam oleh U Po Kyin, kepala distrik yang korup. Satu-satunya cara untuk menyelamatkan dokter tersebut adalah dengan bergabung ke dalam Klub orang kulit putih, dan Flory berusaha membantunya mencapai tujuan itu. Jenis Cover: Soft Cover.